Purworejo, 15 Juli 2026 — Tim peneliti Institute for the Study of Law and Muslim Society (ISLaMS) kembali melaksanakan penelitian lapangan dengan mengunjungi Pengadilan Agama Purworejo. Kunjungan ini merupakan bagian dari pengumpulan data penelitian 'Improving Legal Awareness on Children Rights among Islamic Courts’ Judges and Religious and Civil Officials in Indonesia: Reviews on Legal Norms and Practices in the Perspective of Social Welfare' mengenai praktik perlindungan hak-hak anak di lingkungan peradilan agama di tahun ketiga.
Kedatangan tim disambut hangat oleh Wakil Ketua PA Purworejo, YM Amar Ma’ruf, S.Ag., M.H., yang didampingi oleh Panitera PA Purworejo, Miftakhul Hilal, S.H. Penyambutan berlangsung di Ruang Multimedia PA Purworejo dan diawali dengan sesi perkenalan serta pemaparan agenda penelitian.
Pada sesi pembukaan, Prof. Euis Nurlaelawati selaku project leader (juga Direktur ISLaMS) memaparkan maksud dan tujuan kunjungan. Dalam paparannya, Prof. Nurlaelawati menjelaskan bahwa penelitian akan dilakukan melalui beberapa metode, yakni wawancara dengan para hakim, observasi persidangan, serta dokumentasi dan anotasi sejumlah putusan pengadilan yang relevan dengan fokus penelitian. Ia juga menyampaikan bahwa hasil penelitian diharapkan dapat memotret praktik dan tantangan dalam pemenuhan hak-hak anak di lingkungan peradilan agama sesuai scope penelitian.
Menanggapi paparan tersebut, Wakil Ketua PA Purworejo menyampaikan apresiasi atas dipilihnya PA Purworejo sebagai salah satu seting penelitian. Ia menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung penuh proses penelitian serta memberikan akses yang diperlukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam sambutannya, YM Amar Ma’ruf menekankan bahwa topik penelitian yang diangkat sangat relevan dengan perkembangan isu global mengenai perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak, juga concern Mahkamah Agung selama ini. Menurutnya, berbagai pengadilan agama di Indonesia telah mulai mengembangkan berbagai inovasi untuk memperkuat perlindungan terhadap anak, termasuk menjalin kolaborasi dengan perusahaan maupun lembaga-lembaga non yudisial terkait sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan yang lebih mengakomodasi kepentingan anak. Meskipun mengakui bahwa inovasi di PA Purworejo belum sejauh yang telah dikembangkan oleh beberapa PA yang lain, misalnya Pengadilan Agama Gresik, ia menegaskan bahwa PA Purworejo memiliki komitmen yang sama dalam mendukung berbagai inisiatif yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak. Acara pembukaan diakhiri dengan meminum teh bersama yang disajikan oleh PA Purworejo.
Setelah sesi pembukaan, Wakil Ketua PA Purworejo mempersilakan tim peneliti untuk memulai kegiatan lapangan. Tim yang telah dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil melaksanakan wawancara dengan para hakim yang tidak sedang bersidang, para advokat, mediatir, dan petugas bantuan hukum, sementara kelompok lainnya melakukan observasi langsung terhadap proses persidangan. Pembagian tugas tersebut memungkinkan proses pengumpulan data berlangsung secara efektif dan komprehensif. Setelah beberapa saat melakukan observasi dan interview, fgd dilanjutkan bersama Ketua PA Purworejo, YM Muhammad Taufiq Rahmani, S.Ag. Diskusi dilanjutkan sekitar satu jam hingga akhirnya tim peneliti merasa cukup dengan data yang disampaikan. YM Ketua PA Purworejo kemudian mengantar tim peneliti meninggalkan kantor sambil berfoto di depan front office.
Dalam kegiatan lapangan kali ini, tim peneliti ISLaMS terdiri atas sembilan peneliti dan ditambah seorang mahasiswa yang turut melakukan penelitian tesis. Kunjungan ini diharapkan dapat melengkapi data empiris penelitian sekaligus memperkuat jejaring akademik antara ISLaMS dan PA dalam upaya mendorong pengembangan sistem peradilan yang semakin responsif terhadap perlindungan hak-hak anak. (hyt)

.png)